Minggu, 25 September 2011

Pengolahan Informasi


Consumer Behavior Class (kelas perilaku konsumen) Tuesday afternoon
Department of Family and Consumer Science College of Human Ecology Bogor Agricultural University.
Lecturer           : Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, Msc
Season  4         : www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id 
Pengolahan Informasi
Oleh Nazar Kusumawijaya S, Mayor SKPM (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat)
College of Human Ecology

Pengolahan informasi terjadi pada diri konsumen ketika salah satu konsumen menerima input dalam bentuk stimulus yang dapat berupa produk, nama merek, kemasan, iklan, dan nama produsen. Terdapat lima proses pengolahan informasi yang pertama yaitu pemaparan (exposure) pemaparan stimulus yang menyebabkan konsumen manyadari stimulus tersebut melalui pancaindranya. Kegiatan ini dilakukan oleh para pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Konsumen yang merasakan stimulus melalui pancaindranya disebut sensasi. Kedua yaitu perhatian (attention) kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang masuk. Terdapat dua faktor perhatian yaitu faktor pribadi dan faktor stimulus. Karakteristik stimulus dapat dimanipulasi oleh pengiklan agar menarik perhatian yaitu ukuran, warna, intensitas, kontras, posisi, petunjuk, gerakan, kebauran, isolasi, stimulus yang disengaja, pemberi pesan yang menarik, perubahan yang cepat.
Ketiga adalah pemahaman (comprehension)  yaitu usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus. Konsumen melakukan perceptual organization untuk pengelompokan stimulus. Terdapat tiga prinsip dalam perceptual organization yaitu figur and ground, grouping, closure. Tahap keempat adalah penerimaan yaitu setelah melihat, memperhatikan, dan memahami stimulus, konsumen dapat menyimpulkan stimulus. Persepsi konsumen adalah output dari penerimaan konsumen terhadap stimulus. Tahap kelima adalah retensi yaitu proses memindahkan informasi ke dalam memori jangka panjang. Interprstasi yang disimpan dalam memori  konsumen akan mempengaruhi persepsi  terhadap stimulus yang baru . Memori terbagi menjadi tiga bagian yaitu memori sensori, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. Memori sensori yaitu tempat penyimpanan informasi sementara. Memori jangka pendek adalah tempat penyimpanan informasi untuk waktu yang terbatas dan mempunyai kapasitas yang terbatas. Sedangkan memori jangka panjang yaitu tempat penyimpanan informasi untuk jangka waktu yang panjang dan mempunyai kapasitas yang tidak terbatas.


Tugas pertanyaan :
1. Apa yang menyebabkan konsumen menyadari adanya stimulus?
2.Mengapa nilai K berbeda antar pancaindra?
3.Bagaimana cara kita mengatur memori?

Selasa, 13 September 2011

Karakteristik yang Mempengaruhi Prilaku Konsumen

MK. Perilaku Konsumen
Selasa, 13.00-15.00

Kelompok 37-40 :
Nazar Kusumawijaya          (nazarkusumawijaya@ymail.com
Yudhistira Saraswati           (tirayudhistira@gmail.com)
Nurul Maghfiroh                  (maghfiroh.ipbnurul@ymail.com)
Fika Fatia Qandhi                (qandhi_02ichfi@yahoo.com)
Salis Rizka A.P                    (salisrizkaa@yahoo.com)


1.    Karakter Positif:


·         Ramah
·         Simpati dan empati
·         Mau bekerjasama
·         Pekerja keras
·         Mandiri
·         Terbuka
·         Humoris
·         Simpel


·         Konsisten



2.    Karakter Negatif:


·         Boros
·         Suka menunda pekerjaan
·         Kurang teliti
·         Pelupa
·         Tergesa-gesa
·         Sensitif
·         Berprasangka buruk



3.    Gaya hidup masyarakat sekarang cenderung konsumtif. Hal ini terjadi karena moderenisasi sudah mewabah pada zaman globalisasi sekarang ini. Masyarakat berlomba-lomba untuk terus up to-date terhadap perkembangan yang terjadi. Contohnya:
·         Pada barang elektronik, smart phone yang sedang menjadi trend ini diburu oleh semua kalangan. Padahal mereka sudah mempunyai handphone yang sebenarnya mempunyai fasilitas yang hampir sama dari smartphone, tetapi karena ingin mengikuti trend, mereka membelinya tanpa berpikir panjang mengenai manfaat yang didapat dan kemampuan daya beli.
·         Pada fashion kita melihat banyaknya gaya jilbab akhir-akhir ini, dengan alasan mengikuti tren, para ibu rumah tangga dan mahasiswa mengganti model jilbabnya yang dahulu (simpel) menjadi yang lebih bergaya. Jilbab yang dahulu sudah tidak dipakai lagi.

Dari fenomena yang sudah dijelaskan di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa masyarakat kita cenderung konsumtif dan boros. Kebanyakan orang yang mempunyai penghasilan tinggi menggunakan banyak uangnya untuk keperluan yang bukan primer, sedangkan yang berpenghasilan rendah juga terkadang hanya mengikuti trend dan meningkatkan gengsi dengan berperilaku layaknya orang yang berpenghasilan tinggi tanpa memikirkan kemampuan (menghasilkan uang) yang dimilikinya.

Kepribadian yang Mempengaruhi Prilaku Konsumen


Consumer Behavior Class (kelas perilaku konsumen) Tuesday afternoon
Department of Family and Consumer Science College of Human Ecology Bogor Agricultural University.
Lecturer           : Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, Msc
Season  2         : www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id 
Kepribadian
Oleh Nazar Kusumawijaya S, Mayor SKPM (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat)
College of Human Ecology

Kepribadian menurut Schiffman dan Kanuk merupakan karakteristik yang paling dalam yang ada dalam jiwa seseorang dan merefleksikan bagaimana seseorang bereaksi terhadap lingkungannya. Terdapat hal-hal yang berkaitan dengan perbedaan yaitu kepribadian dapat menggambarkan perbedaan antar individu karena setiap individu mempunyai karakteristik yang pasti berbeda, kepribadian juga dapat menunjukan konsistensi dan berlangsung lama, serta kepribadian juga dapat berubah. Beberapa teori tentang kepribadian yaitu teori freud, teori neo-freud, teori ciri (trait theory). Menurut freud terdapat tiga unsur kepribadian yaitu id (makan, minum, biologis), superego (sifat patuh terhadap peraturan dan norma), ego (penyeimbang antara id dan superego). Sedangkan teori neo-freud adalah kebalikan dari teori freud yang disebut juga teori sosial psikologi. Pada teori tersebut disebutkan bahwa kepribadian dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan motivasi berprilaku. Sedangkan model kepribadian menurut Horney yaitu complaint, aggresive, detached. Selain itu, teori ciri (trait theory) disebutkan untuk mengukur kepribadian konsumen diperlukan pendekatan kuantitatif dan mengklasifikasikan manusia ke dalam karakteristik atau sifat yang paling menonjol.Beberapa psikografi perkotaan Indonesia  yaitu affluent, achiever,anxious, loners, socialite, pusher, attention seekers, pleasure seekers.
Gaya hidup adalah pola dimana orang hidup dan menggunakan uang dan waktunya. Terdapat hubungan antara gaya hidup dengan kepribadian seseorang yaitu kepribadian menggambarkan karakteristik internal sedangkan gaya hidup menggambarkan perilaku seseorang (eksternal). Gaya hidup biasanya tidak berlangsung lama dan cepat berubah. Pada gaya hidup itu dapat mempengaruhi seseorang dalam pola konsumsi. Terdapat beberapa konsep psikografik yaitu suatu instrumen yang dapat mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif, dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar serta psikografik juga sering diartikan sebagai pengukuran AIO (activity, interest, opinion) yaitu pengukuran aktivitas, minat, dan opini. Konsep ini sering  dipakai produsen dalam mempromosikan produknya.

Pengikut

Cari Blog Ini